[email protected] - Pulau Arar menjadi saksi kegiatan edukatif yang inspiratif bagi generasi muda. Kegiatan temu pelajar bertajuk “Menumbuhkan Kader Lingkungan di Sekolah” baru-baru ini dilaksanakan di pulau tersebut tepatnya tanggal 20 Oktober 2025, diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA di Pulau Arar. Acara ini bertujuan selain untuk silaturahim juga upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan dan membekali para peserta dengan pengetahuan terkait keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya alam.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber ahli. Narasumber pertama, Dr. Ir. Gatot Supangkat, M.P., IPU selaku dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, memberikan materi mengenai hutan dan karbon, menekankan pentingnya konservasi hutan mangrove yang tumbuh di Pulau Arar sebagai penyerap karbon dan penyeimbang ekosistem. Gatot menjelaskan bagaimana deforestasi dapat berdampak pada perubahan iklim dan menekankan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan melalui aksi nyata di lingkungan sekolah dan komunitas.
Sementara itu, narasumber kedua, Anang Triyoso, S.Hut., M.Pd., mengulas tentang konsep Green School, yang menekankan implementasi pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Anang memaparkan strategi pengelolaan sekolah ramah lingkungan, mulai dari hemat energi, pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), hingga kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan siswa secara aktif.
Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab, berdiskusi mengenai upaya nyata yang bisa dilakukan di sekolah masing-masing. Salah satu peserta SMA menyatakan, “Saya ingin membuat program di sekolah kami agar bisa mengurangi sampah sekaligus belajar tentang lingkungan.”
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kader lingkungan muda yang peduli dan mampu berkontribusi terhadap pelestarian alam, khususnya di wilayah pesisir dan pulau seperti Pulau Arar. Dengan bekal pengetahuan dari para narasumber, siswa diharapkan mampu mengimplementasikan aksi lingkungan di sekolah dan masyarakat sekitar.
Acara ini terselenggara berkat kerja sama sekolah, UNIMUDA Sorong, dan Mandala Katalika, menegaskan pentingnya pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi multi-pihak untuk mewujudkan generasi peduli lingkungan.