Penguatan Pangan Lokal Masyarakat Adat adalah Kunci Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan Papua

Penguatan Pangan Lokal Masyarakat Adat adalah Kunci Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan Papua

Sorong – Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong menegaskan bahwa penguatan pangan lokal berbasis masyarakat adat merupakan salah satu strategi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Tanah Papua. Pandangan ini sejalan dengan komitmen Rektor UNIMUDA Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si., yang menekankan pentingnya memperkuat sistem pangan lokal sebagai bagian dari pembangunan yang berpijak pada potensi daerah dan kearifan masyarakat adat.

Menurut PSLH UNIMUDA Sorong, masyarakat adat Papua telah mewariskan sistem pengelolaan sumber daya alam yang terbukti mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian lingkungan. Berbagai komoditas pangan lokal seperti sagu, talas, keladi, ubi-ubian, pisang, serta hasil hutan bukan kayu merupakan bagian dari identitas budaya sekaligus penopang ketahanan pangan masyarakat yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan melalui pendekatan ilmiah serta inovasi berbasis riset. Penguatan pangan lokal tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap konservasi keanekaragaman hayati, pengurangan tekanan terhadap ekosistem, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat adat. Oleh karena itu, pengembangan pangan lokal harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat adat dan menjaga fungsi ekologis kawasan.

Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, UNIMUDA Sorong terus mendorong berbagai penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang mendukung pengembangan pangan lokal Papua. Berbagai kajian mengenai agribisnis talas, diversifikasi pangan, pemberdayaan masyarakat, hingga konservasi lingkungan menjadi bagian dari kontribusi akademik universitas dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).

PSLH UNIMUDA Sorong meyakini bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat adat, dunia usaha, dan organisasi masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, potensi pangan lokal Papua diharapkan tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pelestarian lingkungan, pelindung keanekaragaman hayati, serta penggerak ekonomi hijau yang memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

PSLH UNIMUDA Sorong akan terus mendukung berbagai inisiatif yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penguatan pangan lokal berbasis masyarakat adat menjadi salah satu wujud nyata komitmen UNIMUDA Sorong untuk menghadirkan solusi pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan selaras dengan karakteristik ekologis serta budaya Tanah Papua.