[email protected] — Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong kembali menunjukkan komitmennya terhadap gerakan kampus hijau melalui kegiatan penuangan Eco Enzyme yang berlangsung di Unimuda Café pada hari ini. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUDA Sorong, didampingi oleh Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UNIMUDA Sorong.
Kegiatan simbolik ini menjadi bagian dari upaya UNIMUDA Sorong dalam menerapkan prinsip Green Campus dan memperkuat program keberlanjutan lingkungan yang selama ini terus dikembangkan di berbagai unit kampus. Eco Enzyme yang digunakan merupakan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran, yang memiliki manfaat besar untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi pencemaran.
Dalam sambutannya, Ketua BPH UNIMUDA Sorong, Nursonosidiq menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol nyata kepedulian sivitas akademika terhadap pelestarian lingkungan. “Kita ingin membangun kesadaran bahwa setiap tindakan kecil, seperti membuat dan menggunakan Eco Enzyme, dapat memberikan dampak besar bagi bumi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PSLH UNIMUDA Sorong, Anang Triyoso menjelaskan bahwa Eco Enzyme memiliki banyak fungsi, di antaranya sebagai cairan pembersih alami, pupuk cair, serta bahan yang dapat menyehatkan tanah dan air. Ia juga menekankan bahwa gerakan ini sejalan dengan tujuan Pusat Studi Lingkungan Hidup dalam mendorong inovasi berbasis sains dan kearifan lokal menuju kampus berkelanjutan.
Proses penuangan Eco Enzyme dilakukan secara simbolis oleh Ketua BPH dan Ketua PSLH di titik aliran kali sekitar Unimuda Café yang mengalir hingga ke dalam kampus. Aroma segar khas Eco Enzyme terasa di udara, menandakan proses fermentasi yang berhasil dan siap digunakan untuk pemeliharaan lingkungan kampus. Kegiatan ini disaksikan oleh sejumlah dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang turut antusias mendukung gerakan hijau ini.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa agar memahami pentingnya pengelolaan limbah organik. Melalui praktik sederhana seperti pembuatan Eco Enzyme, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam pengurangan sampah dan pencemaran lingkungan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Selain itu, UNIMUDA Sorong melalui PSLH berencana memperluas pemanfaatan Eco Enzyme ke berbagai unit, termasuk area taman kampus, toilet ramah lingkungan, dan sistem pengolahan limbah cair. Langkah ini diharapkan mampu mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek konsumsi dan produksi berkelanjutan serta aksi terhadap perubahan iklim.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Eco Enzyme UNIMUDA Sorong, Muka Prihadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi tim yang telah merintis gerakan Eco Enzyme sejak tahun sebelumnya. “Kami berkomitmen menjadikan UNIMUDA sebagai kampus percontohan dalam pengolahan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan. Eco Enzyme ini bukan hanya bermanfaat bagi kampus, tetapi juga dapat diaplikasikan di rumah tangga masyarakat,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa tim Eco Enzyme akan terus melakukan sosialisasi dan pelatihan agar semakin banyak warga kampus memahami manfaat serta cara pembuatannya.
Kegiatan penuangan Eco Enzyme diakhiri dengan sesi foto bersama serta ajakan untuk terus melestarikan gerakan hijau di UNIMUDA Sorong. Melalui kegiatan ini, kampus menegaskan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada tanggung jawab ekologis dalam membangun peradaban berkelanjutan di Tanah Papua.